PARA komedian yang sering mewarnai layar TV tiap malam dalam acara OVJ sepertinya tidak merasa cukup dengan penghasilan mereka sebagai entertainer lawak panggung. Mereka juga membikin grup parodi yang inkonsisten menamai grup. Kalau di era 90-an kita mengenap Padahyangan yang 'bermutasi' menjadi P-Project dan Project Pop, maka di era ini beberapa orang merasa 'sial' karena menikmati musik genre parodi oleh Sule CS.
Pada awalnya mereka menamai grup 'vokal' mereka dengan Sm#sh (dibaca Smosh) yang merupakan parodi boyband Sm*sh dengan lagu I Heart You. Tidak tanggung-tanggung lagu I Heart You yang memang dikenal 'nyontek abis' ini diparodikan dengan nada yang sama berjudul: Bibirmu Dower.
Beberapa orang terhibur dengan konsep video musik dan lirik lagu mereka. Lucu-lucuan itu juga dianggap sebagai sindiran keras buat Sm*sh, si 'pecontek' yang malah 'dicontek'. Dari pandangan saya, lirik parodi ini cenderung bernuansa 'last year' (baca: kurang update), tidak cerdas, dan cenderung berbau komedi sarkasme. Ketika bibir seseorang dianggap dower (yang boleh diartikan sebagai bibir yang tebal atau bengkak). Meski demikian, video musik grup ini dianggap menghibur. Meski ada video fanmade yang lebih lucu dan jujur memarodikan video I Heart You-nya Sm*sh di youtube.
Hilang booming Sm*sh, Sule CS memarodikan 'girlband' 7 Icon menjadi 7 Ikan. Mungkin karena susah bikin video 'adaptasi' dari plaboy karya Dewiq, atau enggak dapet izin buat memarodikan, mereka membawakan lagu Andeca Andeci yang sempat familiar dibawakan di film-film Warkop DKI. Beberapa orang mungkin terhibur, tapi aksi lucu-lucuan ini kurang mendapat respek di mata saya sebagai apresiator. Sama halnya dengan video musik mereka yang pertama, video musik kedua meskipun dibuat 'megah' namun tidak sesuai dengan sense of humor saya.
Dan kala Super Junior akan manggung 27 April nanti di Jakarta, kabar mengenai 'kedatangan' Super Senior pun berembus. Saya pikir akan ada boyband Indonesia yang malu-maluin Indonesia lagi di skala dunia. Taruhlah dengan bikin boyband dengan nama Super Senior dan dengan personel tertentu. Tapi ketika saya tahu itu datang dari Sule CS, keadaan juga 'enggak bertambah baik'.
Produser yang membawahi mereka sadar betul dengan hukum pasar. Ketika Suju dianggap tren tahun ini, maka grup 'siluman' itu pun kembali berganti wujud. Di mata sebagian orang, mungkin hanya dianggap sebagai lucu-lucuan semata, tapi adapula elf yang kurang suka boyband mereka diparodikan. Apalagi dijadikan 'ajang bisnis'. Para elf ini mungkin lebih menerima parodi fanmade di youtube yang tujuannya memang bukan meraih keuntungan materi, melainkan hobi dan have fun. Tapi apa yang dilakukan Super Senior, sangat pekat dengan aura bisnis alias untung. Yeah, dengan 'alibi' menghibur penonton Indonesia. Hal ini memang lumrah, kok. Tapi tiap orang memang punya standar berbeda dalam mengonsumsi karya seni tertentu.
'Jangan sampai' karena terlalu sering muncul dengan alasan menghibur sekaligus menimbun pundi-pundi, para konsumen akan berbalik antipati dan meninggalkan. Jadi bumerang.
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar